Pemerintah menetapkan aturan pembatasan pemberian uang muka atau down
payment (DP) kendaraan bermotor bagi lembaga keuangan syariah. Hal ini
dimaksudkan agar terjadi kesetaraan pengaturan dan playing field antara
pembiayaan konvensional dan syariah, serta meningkatkan prinsip
kehati-hatian.
Kementerian Keuangan menegaskan pembiayaan syariah untuk roda dua dan
tiga paling rendah sebesar 20 persen dari harga jual. Pembiayaan roda
empat atau lebih untuk tujuan tidak produktif dikenakan batas paling
rendah sebesar 25 persen dari harga jual.
"Sementara pembiayaan roda empat untuk tujuan produktif dikenakan
sebesar 20 persen dari harga jual," tulis Menteri Keuangan dalam keterangan tertulisnya. Kendaraan yang digunakan untuk tujuan produktif harus memiliki
kriteria antara lain merupakan kendaraan angkutan yang memiliki izin
dari pihak berwenang untuk melakukan kegiatan usaha tertentu. Selain itu
juga dapat diajukan oleh perorangan atau badan hukum yang memiliki izin
usaha tertentu dari pihak berwenang dan digunakan untuk kegiatan usaha
yang relevan dengan izin usaha yang dimiliki.
"Aturan ini harus diterapkan dalam perjanjian pembelian kendaraan
roda tiga serta empat dan lebih mulai pada 1 Januari 2013," tuturnya.
Perusahaan pembiayaan yang melanggar ketentuan dikenakan sanksi
administratif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Aturan ini tercantum
dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 220/PMK.010/2012.
Tampilkan postingan dengan label OTOMOTIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OTOMOTIF. Tampilkan semua postingan
Senin, 07 Januari 2013
Jumat, 30 November 2012
Tantangan Pasar Otomotif Tahun 2013
Penjualan mobil dan Motor di Tanah Air setahun ke depan dipercaya akan tetap stabil di angka sejuta unit
Pasar otomotif Indonesia dinilai akan menghadapi banyak tantangan di tahun 2013 mendatang. Meski demikian penjualan mobil dan motor di Tanah Air setahun ke depan dipercaya akan tetap stabil di angka sejuta unit.
Dalam Workshop Wartawan Industri yang digelar di Bandung, Jumat (30/11) Astra Internasional memprediksi delapan tantangan yang akan dihadapi pasar otomotif Indonesia di tahun depan.
Dari faktor makroekonomi, tingkat inflasi bakal meningkat karena pengaruh kenaikan Tarif Dasar Listrik. Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dollar, berdasarkan prediksi optimis akan berada di kisaran Rp.9.500.
Dari sektor pajak, peningkatan pajak barang mewah bakal memengaruhi pasar otomotif 2013. Sementara itu harga BBM juga menjadi tantangan pada 2013. Diprediksi pengurangan subsidi BBM akan memengaruhi daya beli konsumen.
Isu pembatasan pembelian BBM bersubsidi juga akan menjadi salah satu tantangan dunia otomotif di 2013. Kebijakan pemerintah juga menjadi faktor yang memengaruhi pertumbuhan pasar otomotif. Kebijakan tight money policy serta infrastruktur yang kurang mendukung menjadi salah satu tantangan yang diprediksi terjadi tahun depan.
Kondisi krisis Eropa yang belum juga usai juga diprediksi bakal menekan pertumbuhan pasar otomotif Indonesia 2013 nanti.
Kendati banyak tantangan yang dihadapi pada 2013, Astra meramalkan penjualan kendaraan roda empat pada 2013 bisa menyamai 2012. Tahun depan diprediksi penjualan akan berada di kisaran 1,08 juta hingga 1,1 juta unit. Pada tahun ini hingga bulan Oktober penjualan kendaraan roda empat domestik sudah mencapai 923 ribu unit.
Pasar otomotif Indonesia dinilai akan menghadapi banyak tantangan di tahun 2013 mendatang. Meski demikian penjualan mobil dan motor di Tanah Air setahun ke depan dipercaya akan tetap stabil di angka sejuta unit.
Dalam Workshop Wartawan Industri yang digelar di Bandung, Jumat (30/11) Astra Internasional memprediksi delapan tantangan yang akan dihadapi pasar otomotif Indonesia di tahun depan.
Dari faktor makroekonomi, tingkat inflasi bakal meningkat karena pengaruh kenaikan Tarif Dasar Listrik. Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dollar, berdasarkan prediksi optimis akan berada di kisaran Rp.9.500.
Dari sektor pajak, peningkatan pajak barang mewah bakal memengaruhi pasar otomotif 2013. Sementara itu harga BBM juga menjadi tantangan pada 2013. Diprediksi pengurangan subsidi BBM akan memengaruhi daya beli konsumen.
Isu pembatasan pembelian BBM bersubsidi juga akan menjadi salah satu tantangan dunia otomotif di 2013. Kebijakan pemerintah juga menjadi faktor yang memengaruhi pertumbuhan pasar otomotif. Kebijakan tight money policy serta infrastruktur yang kurang mendukung menjadi salah satu tantangan yang diprediksi terjadi tahun depan.
Kondisi krisis Eropa yang belum juga usai juga diprediksi bakal menekan pertumbuhan pasar otomotif Indonesia 2013 nanti.
Kendati banyak tantangan yang dihadapi pada 2013, Astra meramalkan penjualan kendaraan roda empat pada 2013 bisa menyamai 2012. Tahun depan diprediksi penjualan akan berada di kisaran 1,08 juta hingga 1,1 juta unit. Pada tahun ini hingga bulan Oktober penjualan kendaraan roda empat domestik sudah mencapai 923 ribu unit.
Langganan:
Postingan (Atom)

