Tampilkan postingan dengan label BOLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOLA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Desember 2012

Hadiah Ciuman Bintang Porno Vicky Vette Menunggu Andik Vermansyah

Vette Vette juga menjanjikan ciuman buat semua anggota Timnas jika berhasil membawa Indonesia meraih Piala AFF tahun ini.

Hadiah khusus menunggu Andik Vermansyah jika berhasil mencetak gol dan membawa Tim Nasional (Timnas) Garuda mengalahkan Tim Malaysia dalam laga akhir penyisihan grup Piala AFF, malam nanti di Bukit Jalil, Malaysia. Bintang film dewasa asal Norwegia Vicky Vette menjanjikan sebuah ciuman gratis kepada pemain klub Persebaya Surabaya itu.

"#TRUE: if @andik_vermansah scores today for #Indonesia vs #Malaysia, I'll give him a **kiss** #SuzukiCup #AFF," tulis bintang film dews "hot mom" itu dalam akun @vickyvette, hari ini. 

Tak hanya itu, Vette juga menjanjikan ciuman buat semua anggota Timnas jika berhasil membawa Indonesia meraih Piala AFF tahun ini. "If #Indonesia win the #AFF? The whole team gets a "#kiss" xoxo," janji dia.

Janji Vette itu membuat motivasi Andik untuk membobol gawang Malaysia malam nanti semakin tinggi. Dia pun menanggapi kicauan Vette dengan semangat. "@vickyvette.kalau denger nama itu semua rame n cepet.aku ya mau kalau dicium gratis hahahahahah…wakwakwakak," balas Andik, dalam akun @andik_vermansah, hari ini.

Untuk diketahui, Vicky memang dikenal sebagai pendukung setia Timnas Garuda sejak Piala AFF 2010 lalu. Di ajang Piala AFF 2010 lalu, dia mengunggah fotonya mengenakan kostum Timnas Indonesia. Sejak itu, nyaris setiap Skuad Garuda berlaga, Vette tak pernah absen 'berkicau'. Tapi syang Timnas Garuda kalah dari Malaysia!tidak ada ciuman gartis dong!!!

Jumat, 30 November 2012

Kronologi Pengeroyokan Suporter Indonesia di Malaysia

Ketika sedang merayakan kemenangan Tim Garuda atas Singapura di Piala AFF 2012, Rabu (28/11), sejumlah suporter Indonesia diserang dan dikeroyok oleh para pendukung tim nasional Malaysia di luar Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Sagir Alva, Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia wilayah Malaysia, salah satu korban pengeroyokan, membeberkan bahwa mereka sedang berbicara dengan sejumlah reporter televisi dari Indonesia ketika serangan itu terjadi.

Sagir mengaku sedang mengundang para reporter itu meliput pertandingan futsal persahabatan antara pemuda Indonesia dan Malaysia dalam rangka mengeratkan hubungan dua negara.

"Namun tak jauh dari tempat kami berbicara di sekitar tempat penjualan tiket di luar stadion ada suara ribut-ribut dari suporter Malaysia dan mengusir kami yang sedang berbincang-bincang," cerita dia.

Karena merasa tidak mengganggu para suppoter tersebut, dia dan sejumlah teman tetap berada dilokasi. Namun tiba-tiba, seorang suporter Malaysia melayangkan pukulannya ke wajah dan dilakukan sebanyak dua kali.

"Saya kena pukul di hidung dan telinga," ujar Sagir.

Kawatir terjadi hal lebih buruk, dia berlari menghindari para suporter tersebut. Namun malang ada sejumlah penonton Indonesia ikut menjadi sasaran pemukulan para suporter Malaysia. Sejumlah penonton Indonesia itu mengalami pemukulan di bagian perut dan wajah.

Sagir sendiri menyatakan sudah melapor ke kantor polisi Sungai Tangkas dan hari ini akan melaporkan penyerangan itu ke kantor polisi Pudu, Kuala Lumpur mengingat Bukit Jalil, masuk wilayah Kuala Lumpur.

"Setelah melapor ke kantor polisi Pudu, saya akan pergi ke klinik untuk periksakan bagian yang terkena pukulan. Saat ini, telinga saya masih terasa sakit," keluh dia.  

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur sendiri hanya bisa menyarankan agar korban membuat surat aduan ke Kementerian Luar Negeri Malaysia, Kementerian Dalam Negeri Malaysia, Kementerian Belia dan Sukan, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) serta KBRI di Malaysia.

Dengan adanya surat aduan tersebut, menurut KBRI, Malaysia sebagai tuan rumah Piala AFF 2012 bisa melakukan antisipasi pengamanan yang lebih baik lagi agar peristiwa yang sama atau lebih buruk tidak terulang lagi.

Minggu, 25 November 2012

Tak Punya Cadangan, Timnas Krisis Kiper

Selain krisis penjaga gawang, lini pertahanan Timnas juga bermasalah.

Timnas Garuda bisa dipastikan krisis penjaga gawang setelah Endra Prasetya mendapatkan kartu merah saat Timnas Garuda menghadapi Laos pada Piala AFF 2012 di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (25/11).

Mendapat kartu merah secara langsung dari wasit Ng Kai Lam, penjaga gawang klub Persebaya Surabaya ini tidak bisa memperkuat Timnas Garuda saat menghadapi Timnas Singapura, Rabu (28/11).

Hal ini membuat pelatih Nil Maizar tinggal mengandalkan satu penjaga gawang yaitu Wahyu Tri Nugroho. Padahal Indonesia masih menyisakan dua pertandingan yaitu melawan Singapura dan menghadapi tuan rumah Malaysia, Sabtu (1/12).

"Kita harus secepatnya menyiapkan pemain pengganti," kata Nil Maizar, pelatih Timnas Garuda seperti dikutip Antara.

Meski akan mencari pemain pengganti atau menetapkan cadangan penjaga gawang, mantan pelatih klub Semen Padang itu belum menunjuk siapa nama pemain yang dipersiapkan.

Sebenarnya PSSI telah mendaftarkan 35 pemain termasuk empat dengan posisi penjaga gawang ke AFF, hanya saja dua penjaga gawang lainnya yaitu I Made Wirawan dan Samsidar tidak masuk dalam 22 pemain inti setelah keduanya dilarang timnya untuk memperkuat timnas.

Meski belum menunjuk nama pemain yang dipersiapkan, namun sang kapten Bambang Pamungkas mengangkat tangan dan terlihat siap jika nantinya ditunjuk menggantikan posisi Endra Prasetya.

Selain krisis penjaga gawang, lini pertahanan Timnas Garuda juga menghadapi masalah. Hamdi Ramdan yang selama ini menjadi tandem Wahyu Wijiasnanto kembali bermasalah dan keduanya juga sudah mendapatkan satu kartu kuning.

"Meski saya tidak bisa bermain saya akan tetap mendukung teman-teman. Apapun yang terjadi," kata Endra Prasetya saat dimintaan komentarnya usai mendapatkan kartu merah.

Sementara itu Wahyu Tri Nugroho mengaku siap jika terus dipercaya mengawal gawang Timnas Garuda. Meski baru diturunkan pihaknya terus bersiap diri termasuk saat pertandingan ujicoba.

"Pelatih terus meminta saya untuk bersiap diri. Itu terus saya lakukan. Saat diberi kepercayaan saya berusaha memberikan yang terbaik," kata Wahyu Tri Nugroho usai pertandingan.